Sebanyak 16 Pengurus PAN Resmi Mengundurkan Diri

22 January 2004

Liputan6.com, Jakarta: Setelah menjadi isu beberapa pekan, akhirnya 16 orang pengurus Partai Amanat Nasional secara resmi menyatakan pengunduran dirinya. Langkah ini bukan atas dasar kekecewaan kepada individu atau kelompok tertentu. Namun justru dilakukan lantaran banyak kebijakan partai berlambang matahari itu yang berlawanan dengan tatanan partai dan agenda reformasi. Demikian dikemukakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional Faisal Basri, di Jakarta, Ahad (21/1) petang.

Menurut Faisal, pengunduran diri tersebut juga bukan berarti tak konsisten terhadap perjuangan rekan sejawat yang bersama-sama mendirikan PAN. Nama-nama pengurus dan pendiri yang mengundurkan diri ini adalah Faisal Basri, Wakil Sekretaris Jenderal PAN Bara Hasibuan, Ketua Komisi Ekonomi Keuangan dan Industri Arif Arryman, pendiri PAN Toety Herati Nurhadi, Majelis Pertimbangan Partai K. Sindhunata, Ketua Komisi Sumber Daya Alam Energi, Kelautan, dan Lingkungan Hidup M. Nawir Messi, Ketua Departemen Pembinaan PAN dan Luar Negeri Bernardus Djonoputro, Ketua Departemen Jaringan Kerja Budaya Amir Sidharta, Fungsionaris Departemen Antarlembaga Budaya Nanang S. Dirdja, dan Fungsionaris Departemen Seni dan Budaya Indra J. Piliang dan Leon Agusta. Selain itu adalah Fungsionaris Departemen Hubungan Kerja Sama Luar Negeri Sigit Mursidi dan Irham Dilmi, Fungsionaris Departemen Kampanye dan Penggalangan Massa Sjahrial Djalil, Fungsionaris Departemen Keuangan dan Industri Gandi Ramdani, dan Fungsionaris Departemen Sumber Daya Perempuan Rudiana Fadjar.

Senada dengan Faisal, Bara mengatakan bahwa pengunduran diri mereka sangat beralasan dan tak bertendensi. Ia juga menjelaskan, hingga saat ini belum ada rencana hijrah ke parpol lain setelah mengundurkan diri. Yang jelas, kata dia, proses demokratisasi dapat dilakukan melalui berbagai wadah politik. Tetapi, wadah tersebut harus mampu mendukung proses percepatan demokratisasi dan sejalan dengan idealisme yang dimilikinya.(AWD/Satya Pandia)


Caleg PBB Mengamuk Mempermasalahkan Nomor Urut

1 January 2004

Liputan6.com, Padang: Hajah Suarni, calon anggota legislatif Partai Bulan Bintang mengamuk di Kantor Dewan Pimpinan Daerah PBB Padang Pariaman, Padang, Sumatra Barat, Senin (12/1). Suarni marah-marah karena ditempatkan di nomor urut ketiga. Padahal sesuai janji partai, ia akan dijagokan pada nomor urut paling atas untuk daerah pemilihan Pariaman Selatan.

Lantaran emosi, Suarni mencabut seluruh bendera partai dan merobek sejumlah spanduk di sekretariat partai. Tapi karena sekretariat tutup, kader PBB ini melampiaskan amarah dengan mengacung-acungkan golok dan memaki-maki pengurus partai di depan masyarakat. Suarni menuturkan, untuk menjadi caleg DPD PBB, ia telah mengeluarkan dana Rp 50 juta dengan janji menjadi caleg dengan nomor urut pertama.

Aksi Suarni baru berhenti saat seorang anggota Polres Padang Pariaman yang tengah lewat mengamankan senjata tajam yang dibawa kader PBB itu. Selanjutnya, polisi mengantar sang caleg yang kecewa itu ke rumahnya.(YYT/Denni Risman)