PULUHAN KADER PDIP MENDATANGI DPRD SIDOARJO

9 September 2005

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Puluhan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sidoarjo menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (9/9). Mereka menuntut klarifikasi perpecahan suara di tubuh Dewan Pimpinan Cabang PDIP Sidoarjo. Aksi ini sempat diwarnai ketegangan antara pengunjuk rasa dan polisi. Konflik internal DPC PDIP Sidoarjo ini terkait dengan penolakan 13 pengurus anak cabang (PAC) PDIP yang menolak Sjamsu dan Fatimah sebagai calon bupati dan wakil bupati Sidoarjo dalam Pemilihan Kepala Daerah Sidoarjo, 11 September lusa.

Sekitar 50 kader banteng gendut ini berorasi di bawah pengawalan ketat jajaran Kepolisian Resor Sidoarjo. Semula aksi berjalan tertib. Ketegangan mulai terjadi ketika massa yang berniat masuk ke Gedung DPRD dihadang polisi. Namun, ketegangan ini tak berlangsung lama setelah Ketua DPC PDIP Sidoarjo Sumi Harsono dan Sekretaris DPC Tri Endroyono yang juga anggota Dewan bersedia menemui demonstran.

Dalam pertemuan itu, pengunjuk rasa meminta agar Sumi dan Tri bersikap tegas kepada para pengurus anak cabang yang tidak mentaati rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat PDIP terkait calon bupati dan wakil bupati Sidoarjo pada Pemilihan Kepala Daerah Sidoarjo, 11 September mendatang. Menurut demonstran, DPP PDIP sudah merekomendasikan Sjamsu dan Fatimah sebagai calon bupati dan wakil bupati Sidoarjo dalam pemilihan nanti. Karenanya, mereka meminta 13 PAC Sidoarjo ditindak karena mendukung calon lain, yakni pasangan nomor satu Win Hendrarso dan Syaiful yang dijagokan Partai Kebangkitan Bangsa [baca: Kampanye Pilkada Sidoarjo Berakhir].


MASSA PDIP KOTA BITUNG MENGAMUK

8 September 2005

Metrotvnews.com, Bitung: Ratusan orang pendukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Bitung, Sulawesi Utara, mengamuk di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum setempat, Kamis (8/9). Massa banteng gendut menuntut KPU Kota Bitung segera membahas hasil Pemilihan Kepala Daerah Kota Bitung, 21 Juli silam, dalam Rapat Pleno KPU daerah. Dalam unjuk rasa ini terjadi bentrokan antara massa pendukung pasangan Milton Kansil dan Dirk Lengkong yang didukung PDIP dengan polisi.

Selain menununtut pembahasan pleno, massa menuntut jajaran KPU Kota Bitung meletakkan jabatannya kaena dinilai tidak netral dalam mengambil keputusan. Massa juga sempat mendatangi rumah Ketua KPU Kota Bitung Sem Sondakh untuk mengecek langsung keberadaan Sem yang dilaporkan polisi sementara ini tidak berada di Bitung.

Dalam aksinya, ratusan kader PDIP merusak papan nama calon wali kota dan wakil wali kota Bitung. Bahkan terjadi aksi pelemparan batu karena petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang berasal dari ban bekas yang dibakar massa. Polisi akhirnya menahan empat orang yang diduga melakukan pelemparan batu. Seorang anggota DPRD dari Fraksi PDIP juga menjadi korban pemukulan yang diduga dilakukan polisi.

Sementara itu, ratusan orang mengancam akan menduduki kantor apabila KPU Kota Bitung tidak segera membahas hasil pilkada dalam rapat pleno. Massa tidak berhasil menemui perwakilan KPU karena Sem bersama anggotanya sedang pergi ke Jakarta, untuk menyelesaikan kasus pilkada di wilayah mereka.

Rencananya, KPU Kota Bitung menggelar pemungutan suara ulang pada akhir bulan ini karena Panitia Pengawas Pilkada Kota Bitung menemukan sejumlah kecurangan, antara lain ada warga Filipina dan warga non-Bitung yang masuk dalam daftar pemilih tetap. Pengadilan setempat juga sudah memvonis bersalah kepada warga Filipina tersebut [baca: Belasan Warga Filipina Mengikuti Pilkada Kota Bitung].