21/12/2005 20:22 DPR

Liputan6.com, Jakarta: Djoko Edhi Soetjipto Abdurrahman, anggota Fraksi Partai Amanat Nasional yang ikut dalam rombongan anggota Dewan ke Mesir pulang lebih cepat. Dia tak tahan berlama-lama di negeri orang karena terus mendapat sorotan tajam dari media massa di Tanah Air. Djoko tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten dari Mesir, Rabu (21/12) sekitar pukul 13.00 WIB atau dua jam lebih lambat dari jadwal.
Djoko mengakui, soal perjudian yang distudikan di Mesir tak berhasil seperti yang direncanakan karena keterbatasan waktu. Padahal, menurut dia, itu sangat penting agar umat Islam di Indonesia terhindar dari judi. Djoko juga mengatakan, tak mendapatkan apa-apa dalam pertemuan dengan Ketua Parlemen Mesir.
Tapi, Djoko menolak keras bila kunjungannya ke Mesir dikatakan cuma menghambur-hamburkan uang negara. “Saya menolak keras. Soal dana urusan Faisal Jamal (Sekretaris Jenderal DPR). Saya tidak merugikan negara satu sen pun,” kata Djoko saat berdialog dengan reporter SCTV Rosianna Silalahi dalam Dialog Liputan 6 Petang. “Pers sedang melakukan character assassination (pembunuhan karakter),” beber dia dengan suara meninggi.
Djoko mencoba meluruskan. Kepergiannya ke Mesir atas nama anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Dewan. “Bukan plesiran. Satu menit pun saya tidak pernah plesiran di sana,” Djoko menegaskan. Lagi pula, tambah dia, kepergian 23 anggota Dewan (bukan 24 anggota DPR seperti diberitakan sebelumnya–Red.) ke Mesir bukan untuk merumuskan Rancangan Undang-undang Perjudian, tapi dalam rangka menyusun naskah akademik RUU Perjudian. Naskah inilah yang nantinya akan menjadikan rujukan RUU Perjudian.
Apa pun alasan Djoko, kepergian 23 anggota DPR ke Mesir telanjur menjadi sorotan publik. Apalagi, kepergian mereka menghabiskan dana hampir Rp 1 miliar. Bayangkan, bila dana itu disalurkan untuk rakyat miskin penerima bantuan langsung tunai. Tentu, mencukupi buat ribuan kepala keluarga.
Khusus Djoko, Fraksi PAN melalui Ketua Dewan Pimpinan Pusat PAN Abdillah Toha akan memberi teguran keras kepada salah satu fungsionarisnya itu. “Sejak pertama kita menentang sepenuhnya perjudian. Jadi tidak perlu mempelajari UU Perjudian,” terang Abdillah [baca: PKB dan PAN Akan Menegur Anggotanya]. Santer kabar, DPP PAN akan me-recall Djoko.
Sebenarnya Djoko tak siap menghadapi pemecatan dirinya. “Saya mencintai fraksi saya,” ungkap lelaki berambut gondrong itu. Apalagi, dia merasa kepergiannya ke Mesir sudah mendapat restu dari Abdillah dan Ketua Komisi III. “Ini buktinya. Tak tahu saya membacanya, di situ ada tanda tangan mereka,” jelas Djoko seraya membeberkan berkas persetujuan kepergiannya kepada Rosianna.
Malam ini, Djoko berencana memenuhi panggilan DPP PAN. Dia akan menjelaskan semua duduk permasalahannya sekaligus meminta penjelasan mengapa dirinya diancam hendak di-recall. Sebab, dia merasa tak pernah melanggar prosedur. “Saya tidak takut. Why takut? Ini harus diurus. Saya lakukannya benar, kenapa harus takut. Jadikan kebenaran itu sebagai kebenaran,” tegas Djoko dengan suara meledak-ledak.(ICH)