TUBAN RUSUH, SEJUMLAH BANGUNAN DIBAKAR MASSA

Metrotvnews.com, Tuban: Unjuk rasa massa pasangan calon bupati dan wakil bupati Tuban, Noor Nahar-Go Tjong Ping yang dicalonkan Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demoksrasi Indonesia Perjuangan, Sabtu (29/4), berbuntut kerusuhan. Selain bentrok dengan polisi, sekitar 3.000 pendukung Noor Nahar-Go Tjong Ping juga membakar Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tuban dan beberapa bangunan di sekitarnya. Belasan mobil dan truk juga sepeda motor hancur diamuk massa. Hingga berita ini dibuat, massa masih anarkis dan merusak berbagai fasilitas umum lainnya.

Proses Pilkada Kabupaten Tuban dua hari silam akhirnya berbuntut kerusuhan. Massa pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati yang kalah, Noor Nahar-Go Tjong Ping, melampiaskan kekecewaannya dengan turun ke jalan sejak pukul 10.00 WIB dan merusak berbagai fasilitas umum. Bahkan, bentrokan sempat terjadi antara petugas dan massa ketika sekitar 3.000-an pendukung Noor Nahar-Go Tjong Ping berusaha memasuki Kantor KPU Kabupaten Tuban.

Upaya ribuan pendukung pasangan Noor Nahar-Go Tjong ini kemudian dihalau oleh petugas gabungan dengan memukuli truk demonstran yang dipakai menerobos barisan. Tindakan itu justru membuat massa kian beringas. Mereka membalas dan melempari petugas dengan batu serta benda lainnya. Aparat keamanan yang jumlahnya lebih sedikit makin kewalahan saat para pengunjuk rasa merangsek dan mengejar petugas hingga kocar kacir dan berlarian.

Setelah itu, massa kian brutal. Mereka mulai melakukan aksi pengrusakan. Sebagian merusak bangunan-bangunan yang ada di sekitar kantor bupati. Tak ketinggalan, massa juga menghancurkan Kantor KPU Tuban. Massa bahkan kemudian membakar pendopo Kabupaten Tuban dan juga kantor KPU tersebut.

Sampai siang ini, massa masih berputar-putar di tengah kota. Mereka merusak apapun yang diduga aset milik Bupati Haeny. Massa sudah membakar lima bangunan terdiri dari pendopo kabupaten, KPU Tuban, Hotel Mustika, sebuah gudang dan rumah Haeny yang dalam tahap pembangunan. Hingga berita ini dibuat, api masih terlihat berkobar di bangunan Hotel Mustika dan di sebuah gudang serta di rumah Haeny yang sedang dibangun.

Selain membakar lima bangunan, massa juga merusak 12 unit mobil, dua truk dan dua bus serta beberapa sepeda motor yang berada di pendopo Kabupaten Tuban. Satu unit mobil pemadam kebakaran pun menjadi sasaran amuk massa dan dibakar. Karena massa yang kian banyak, aparat kepolisian akhirnya hanya bisa membiarkan aksi anarkis mereka. Polisi juga tidak berupaya menahan karena dikhawatirkan lebih memanaskan situasi. Sejauh ini belum diketahui pasti jumlah korban luka akibat aksi anarkis massa pendukung Noor Nahar-Go Tjong Ping ini. Polres Tuban kini sudah meminta bantuan dari pihak TNI, Kepolisian Wilayah Bojonegoro dan Kepolisian Daerah Jatim.

Para pendukung pasangan yang dikenal dengan istilah Rongstop ini kecewa atas hasil sementara Pilkada 27 April silam yang cenderung kembali dimenangkan pasangan bupati dan wakil bupati lama, Haeny Rini Widyastuti dan Likik Soehardjono. Massa menuding adanya kecurangan dalam bentuk penggelebungan suara dan kualitas tinta yang mudah luntur. Terbukti dari 12 wilayah yang diperkirakan dikuasai pasangan Noor Nahar-Go Tjong Ping justru dimenangkan pasangan Haeny-Likik.

Haeny Rini Widyastuti yang berparas ayu menorehkan sejarah sebagai perempuan pertama menjabat bupati di Jawa Timur. Alumnus S1 dan S2 Universitras Gadjah Mada ini bertekad membangun daerahnya dengan segenap kemampuannya. Haeny memang bukan politisi atau pemimpin karbitan. Perempuan kelahiran Tuban 20 Juni 1964 ini meniti karier politiknya di Golkar. Pada 1992 ia telah dipercaya menjadi Wakil Ketua DPD II Golkar. Ia juga Ketua Himpunan Wanita Karya Kabupaten Tuban. Kemudian tahun 1999 terpilih sebagai Ketua DPD II Golkar Tuban. Sebelum menjabat bupati, menggantikan Kolonel Infanterri (purnawirawan) Hindarto, pada era reformasi, ia menjabat Ketua DPRD Tuban.(HND/DEN)

Leave a Reply