MUSWIL PPP SULTRA NYARIS RICUH

19 September 2006

Metrotvnews.com, Kendari: Pergelaran Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Persatuan Pembangunan Sulawesi Tenggara di Hotel Athaya, Kendari, Sultra, Senin (18/9) malam, nyaris ricuh. Bermula dari terpilihnya Yusran Silondae sebagai ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP Sultra secara aklamasi. Suasana menjadi panas ketika Husein Efendy, calon ketua DPW memprotes keanggotaan Yusran. Menurutnya, kartu keanggotaan PPP milik Yusran dianggap palsu. Sebelum dicalonkan sebagai ketua, kandidat harus menjadi anggota paling lambat satu tahun.

Sebelum Muswil digelar memang telah terjadi unjuk rasa. Pengunjuk rasa menolak calon ketua DPW PPP dari luar partai yang akan mencalonkan diri. Muswil menetapkan tiga calon ketua DPW Sultra. Mereka adalah Yusran Silondae, Kadir Ole, dan Husein Efendy. Pemilihan dilakukan dengan aklamasi. Akhirnya terpilih Yusran sebagai ketua DPW Sultra.(BEY)


Ribuan Kader PDIP Bergabung ke PDP

12 September 2006

Liputan6.com, Jakarta: Ribuan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendatangi Kantor Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Senin (11/9) siang. Kedatangan kader PDIP ini untuk mendaftarkan diri menjadi anggota PDP dan menyatakan keluar dari partai berlambang banteng gemuk.

Kader PDIP yang terdiri dari dokter dan juru rawat ini sebelumnya bekerja di unit kesehatan partai. Mereka bergabung dengan PDP karena tidak puas dengan kinerja partai pimpinan Megawati Sukarnoputri. Setelah menjadi anggota PDP, mereka kemudian mengganti lambang banteng gemuk yang tertera pada mobil unit kesehatan PDIP menjadi lambang PDP.

Selain tim medis dari PDIP, seorang camat Pasarminggu juga menyatakan diri bergabung dengan PDP. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung mengaku belum mengetahui identitas kader PDIP yang hengkang tersebut. Alasannya Pramono mengaku kader PDIP berjumlah belasan juta.(ZIZ/Kurnia Supriyatna)