Pendukung Asapa Menolak Hasil Konferda PDIP Sulteng

19 October 2006

Liputan6.com, Makassar: Ratusan pendukung Andi Rudianto Asapa kembali berunjuk rasa menolak hasil Konferensi Daerah (Konferda) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/10). Massa membakar keranda mayat sebagai wujud penolakan atas penunjukan mantan Gubernur Sulsel Zainal Basri Palaguna sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Sulsel.

Pembakaran dua keranda mayat bergambar Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri itu menjadi simbol matinya demokrasi di tubuh partai. Massa kecewa karena Palaguna dinilai tak memiliki jasa membesarkan PDIP. Bahkan mantan gubernur dan Panglima Komando Daerah Militer VII Wirabuana itu ikut andil menekan partai berlambang banteng gemuk bermoncong putih [baca: Ratusan Pendukung Rudianto Asapa Membakar Atribut PDIP].(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)


DEMONSTRASI BERLANJUT DI DPD PDIP SULSEL

19 October 2006

Metrotvnews.com, Makassar: Aksi terkait konflik di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Selatan berlanjut. Kamis (19/10) siang, mahasiswa dan simpatisan Rudyanto Asapa yang tergabung dalam Aktivis Demokrasi Mahasiswa Makassar berunjuk rasa di depan Kantor Dewan Pengurus Daerah PDIP Sulsel.

Para pengunjuk rasa menutup jalan dengan membentangkan tiga buah spanduk besar yang bertuliskan kecaman atas penjegalan Rudianto Asapa dalam bursa Ketua DPD PDIP Sulsel bebebrapa hari silam. Mereka juga membawa tiga buah karangan bunga berwarna putih bersama sebuah keranda mayat yang menjadi simbol matinya demokrasi di tubuh DPD PDIP Sulsel.

Pengunjuk rasa kemudian membakar patung dan foto Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat PDIP Megawati Sukarnoputri yang disimpan dalam keranda mayat. Dalam orasinya, mereka menilai sikap DPP PDIP mencederai nilai-nilai demokrasi dan rasa keadilan.(BEY)


Tujuh Belas Ketua DPC PDIP Keluar

17 October 2006

Liputan6.com, Makassar: Konflik internal di tubuh Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Sulawesi Selatan semakin runcing. Sebanyak 17 ketua DPC PDIP menyatakan keluar dari PDIP. Mereka kecewa karena rencana pemilihan ketua dewan pimpinan daerah yang akan dilaksanakan dengan memilih langsung kandidat, diubah paksa oleh dewan pimpinan pusat dengan cara penunjukan. Pernyataan itu disampaikan oleh para Ketua DPC PDIP yang walk out saat konferensi daerah PDIP di Makassar, Sulsel, Senin (16/10).

Intrik internal di PDIP ini mencuat setelah Gubernur Sulsel Zainal Basri Palaguna terpilih sebagai Ketua DPD PDIP Sulawesi Selatan. Ke-17 DPC PDIP itu di antaranya, DPC Kabupaten Sinjai, DPC Kabupaten Tanatoraja, DPC Kabupaten Bulukumba, dan DPC PDIP Kabupaten Luwu. Mereka memilih hengkang sebagai solidaritas atas sikap dua kandidat Ketua DPD PDIP Rudiyanto Asapa dan Azhad Azis yang menilai pemilihan ketua DPD PDIP penuh dengan intrik [baca: Pemilihan Ketua DPD PDIP di Makassar Ricuh].(YAN/Iwan Taruna dan Rizal Randa)