Liputan6.com, Surabaya: Konflik Partai Kebangkitan Bangsa semakin memanas. Di Jawa Timur, masing-masing kubu melibatkan massa untuk adu kekuatan saat digelarnya sidang paripurna DPRD Jatim dengan Gubernur Imam Utomo, Kamis (15/5). Unjuk rasa ribuan kader PKB dari berbagai daerah di Jatim ini berlangsung di Jalan Indrapura, Surabaya, dan mendapat penjagaan ketat aparat keopolisian.
Dalam orasinya, massa kubu PKB Muhaimin Iskandar yang bergabung dengan massa dari Partai Kebangkitan Nasional Ulama Choirul Anam mendesak massa kubu PKB Abdurrahman Wahid yang menguasai ruangan Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim keluar dari gedung Dewan. Sebab, penguasaan itu dianggap telah mempersulit kinerja wakil rakyat, sehingga tidak bisa bekerja maksimal.
Massa juga meminta Ketua DPRD Fathur Rasjid yang berasal dari PKB Muhaimin tetap menduduki jabatannya. Unjuk rasa ini sengaja digelar bersamaan dengan rapat paripurna DPRD Jatim dengan Gubernur Jatim yang kerap tertunda akibat dualisme di tubuh Fraksi PKB Jatim.
Tidak hanya di luar gedung, sidang paripurna DPRD Jatim pun akhirnya diwarnai kericuhan. Situasi yang memanas sudah mulai terasa ketika Djafar Sodiq, Ketua Fraksi PKB versi Gus Dur, interupsi mempertanyakan keabsahan Ketua DPRD Jatim Fathur Rasjid. Pasalnya, yang bersangkutan kini sudah menyeberang ke PKNU Choirul Anam.
Salah satu anggota F-PKB lainnya, Firjaun, yang juga pendukung Fathur, mencoba menenangkan Djafar Sodiq. Namun, yang terjadi justru salah paham. Peristiwa ini sempat membuat sidang paripurna yang membahas enam peraturan daerah sempat diskors beberapa saat. Kejadian ini membuktikan konflik elite politik bisa merugikan masyarakat. Apalagi konflik PKB mulai membawa arus bawah untuk ikut berseteru.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)
Posted by celotehican 
Posted by celotehican