PENDAFTARAN CAGUB NTT RICUH

22 March 2008

Metrotvnews.com, Nusatenggara Timur: Pendaftaran bakal calon gubernur Nusatenggara Timur melalui Partai Golkar diwarnai kericuhan, Sabtu (22/3). Sejumlah orang yang berusaha menerobos pintu depan Kantor Partai Golkar berhadapan dengan polisi.

Massa menolak pencalonan Agustinus Ibrahim Medah, salah satu kandidat dari Partai Golkar. Agustinus nilai kerap mengabaikan kepentingan masyarakat bekas Timor Timur. Selain itu massa juga menuntut cagub harus bersih dari korupsi.

Meski ditentang pengunjuk rasa, Agustinus akhirnya bisa terdaftar sebagai orang pertama cagub NTT dari Golkar. Sementara pemilihan gubernur NTT akan berlangsung Juni 2008.(***)


Cagub PDIP tak Serahkan Daftar Kekayaan

10 March 2008

MEDAN — Pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) dari PDIP, Tritamtomo-Benny Pasaribu, menjadi satu-satunya dari lima pasangan cagub dan cawagub yang tidak menyerahkan daftar kekayaannya ke KPUD Sumut. Meksi bukan merupakan keharusan, KPUD menilai penyerahan daftar kekayaan merupakan hal penting sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pasangan calon dalam mengikuti pilgub ini.

”Kami tetap berencana akan mengumumkan daftar kekayaan para calon dalam pekan ini,” kata Irham Buana Nasution, Ketua KPUD Sumut, Ahad (9/3). Daftar kekayaan ini diminta oleh KPUD untuk diumumkan ke masyarakat sebagai perwujudan kerterbukaan para calon dalam hal kekayaannya.

Diakui Irham, lampiran daftar kekayaan itu bukan merupakan kewajiban bagi calon untuk menyampaikan ke KPUD. Namun KPU Sumut disebutkannya juga punya wewenang, sebagaimana ketentuan PP No 17 tahun 2005. ”Jadi sesungguhnya kami tidak mengada-ada memberlakukan ketentuan ini,” tandasnya.

Karena itu, pihaknya akan tetap akan mengumumkannya dalam pekan ini, meski terkesan pasangan Tritamtomo-Benny Pasaribu menolak untuk melakukannya. ”Ya tidak apa-apa. Ini juga akan menjadi penilaian publik nantinya,” tandasnya. Pihaknya masih berharap pasangan tersebut akan menyerahkan daftar kekayaannya segera, agar seluruh KPUD Sumut bisa mengumumkannya secara serentak.

Dengan demikian, sampai kemarin baru empat pasangan yang melaporkan kekayaannya. Mereka adalah Ali Umri-Maratua Simanjuntak, Syamsul Arifin- Gatot Pujonugroho, Abdul Wahab Dalimunthe-Raden Syafei dan RE Siahaan – Suherdi. Daftar kekayaan yang mereka laporkan adalah sama dengan laporan yang telah mereka sampaikan ke KPK beberapa waktu lalu.

Dari keempat pasangan itu, Syamsul Arifin tercatat memiliki kekayaan terbesar, yakni mencapai Rp 15 miliar. Disusul kemudian Ali Umri yang memiliki kekayaannya Rp 5,7 miliar. ”Sebagian besar kekayaan saya itu dari tanah, yang nilainya terus naik,” ujar Syamsul Arifin, yang diusung PKS, PPP, dan PBR ini. Sedang Ali Umri yang diusung Partai Golkar mengaku kekayaannya banyak disumbangkan dari harta tidak bergerak.

Secara terpisah cawagub Benny Pasaribu yang ditanya soal laporan kekayaan itu mengatakan, bukan merupakan kewajiban untuk diserahkan ke KPUD Sumut. Sebaliknya Ketua HKTI ini mempertanyakan dasar hukum harus diserahkannya lampiran daftar kekayaan tersebut. Sebab, sebagaimana ketentuannya, pihaknya sudah menyerahkan daftar itu ke KPK. ”Jadi kalau memang KPU ingin lampiran laporan daftar kekayaan pasangan, dapat memintanya ke KPK,” katanya.

(nin )


DIWARNAI BENTROKAN, PEMILIHAN KETUA DPD GOLKAR BANTAENG BATAL

7 March 2008

Metrotvnews.com, Bantaeng: Konvensi ketua Dewan Pimpinan Daerag Partai Golongan Karya Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, kemarin, diwarnai bentrokan. Akibat bentrokan antara polisi dan pendukung salah satu calon ketua DPD Golkar ini, sebuah mobil rusak dan konvensi kembali dibatalkan.

Bentrokan terjadi saat massa pendukung Ibrahim Asikini, salah satu kandidat ketua DPD Golkar Bantaeng, memaksa masuk ke dalam gedung pemilihan yang dijaga ketat ratusan polisi. Karena tidak dapat menerobos barikade aparat keamanan, massa lalu menggunakan mobil untuk menerobos masuk ke dalam wilayah Gedung DPD Golkar Bantaeng.

Adu pukul antara polisi dan massa pun tidak terhindarkan lagi. Sebuah mobil yang dipakai untuk menerobos masuk terpaksa dirusak polisi. Sebaliknya, massa melempari polisi dengan batu, telur busuk dan gelas air minum.

Konvensi Golkar akhirnya dibatalkan dan dialihkan ke DPD I Makassar, Sulsel. Konvensi ini sudah dua kali diadakan, namun batal karena massa kedua calon, yakni Ibrahim Asikin dan Aryfandi Idris sering melakukan tindakan anarkis.(DEN)


KANTOR GOLKAR DAN PDIP KALTIM DIRUSAK MASSA

1 March 2008

Metrotvnews.com, Samarinda: Sekelompok massa merusak Kantor Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golongan Karya dan Kantor DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Timur. Pelaku penyerangan diidentifikasi sebagai massa yang tidak puas dengan penetapan calon gubernur dan wakil gubernur dari kedua partai tersebut.

Kantor PDIP di Jalan Kartini Nomor 108, Samarinda, dirusak massa yang mengatasnamakan suku asli Kalimantan pada sekitar pukul 19.30 WITA. Akibatnya, kaca-kaca jendela kantor hancur berantakan. Massa juga merusak papan nama kantor dan merobek bendera PDIP. Mereka juga meninggalkan sejumlah poster kecaman, karena tidak puas dengan penetapan calon gubernur dan wakil gubernur Kaltim dari PDIP.

Selain kantor PDIP, massa juga merusak Kantor DPD Golkar di Jalan Mulawarman Nomor 3, Samarinda. Dalam poster-poster yang ditinggalkan di lokasi kejadian, massa meminta agar wakil suku asli Kalimantan ikut dicalonkan dalam pilkada April mendatang. Hingga tadi malam, polisi belum menangkap maupun memeriksa para pelaku perusakan.(BEY)